Tips Perawatan Kamar Mandi

Bagikan posting ini

Tips Perawatan Kamar Mandi

1. Undang profesional berpengalaman untuk melakukan konstruksi dan pemasangan. Saat memasang, saat mandi sebaiknya usahakan tidak membentur benda keras, dan jangan tinggalkan semen, lem, dll.. di atas permukaan, agar tidak merusak kilap lapisan permukaan. Berikan perhatian khusus pada pemasangan setelah menghilangkan kotoran di dalam pipa, jika tidak maka pancuran akan terhalang oleh puing-puing pipa, yang akan mempengaruhi penggunaannya.

2. Ketika tekanan air tidak kurang dari 0,02mPa (yaitu 0,2kgf/sentimeter kubik), setelah jangka waktu penggunaan, jika keluaran air didapati menurun, atau bahkan pemanas air dimatikan, dapat ditempatkan di saluran keluar air pancuran. Buka perlahan penutup layar untuk menghilangkan kotoran, dan umumnya akan pulih. Namun ingat, jangan membongkar paksa kepala pancuran. Karena struktur internal kepala pancuran yang rumit, pembongkaran paksa yang tidak profesional akan menyebabkan kepala pancuran tidak dapat mengembalikan aslinya.

3. Jangan menggunakan tenaga berlebihan saat menyalakan atau mematikan keran pancuran dan mengatur mode penyemprotan pancuran, putar saja perlahan. Bahkan keran tradisional pun tidak membutuhkan banyak tenaga. Berikan perhatian khusus untuk tidak menggunakan pegangan keran dan braket pancuran sebagai pegangan untuk menopang atau menggunakan.

4. Selang logam pada kepala pancuran bak mandi harus dijaga dalam keadaan meregang secara alami, dan jangan menggulungnya pada keran saat tidak digunakan. Pada saat yang sama, hati-hati jangan sampai membentuk sudut mati pada sambungan antara selang dan keran agar selang tidak pecah atau rusak.